WUJUDKAN STANDAR 'ZERO ACCIDENT', INSTITUT KESEHATAN HERMINA CETAK TENAGA MEDIS TANGKAS MELALUI WEBINAR NASIONAL PATIENT SAFETY
| JAKARTA, 18 April 2026 – Institut Kesehatan Hermina Program Studi D3 Fisioterapi menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk "Patient Safety: Pencegahan Cedera & Mobilisasi Aman" untuk membekali tenaga medis dengan strategi konkret dalam menekan angka insiden jatuh dan komplikasi akibat tirah baring lama di rumah sakit. Kegiatan ini menghadirkan Salah Satu Dosen dan praktisi keperawatan Ns. Ria Anugrahwati, M.Kep dan Dosen dan Praktisi dari fisioterapi M. Ruslan Nuryanto, M.Fis AIFO sebagai narasumber utama. Wakil Rektor III Bagian Kemahasiswaan Institut Kesehatan Hermina, Dr. Tri Lestari Handayani, M.Kep. Sp. Mat., dalam sambutannya menekankan pentingnya penguasaan aspek keselamatan bagi calon tenaga kesehatan profesional. | |
| "Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen kami dalam membekali mahasiswa dengan kompetensi praktis yang melampaui teori di kelas. Kami ingin memastikan setiap lulusan Institut Kesehatan Hermina tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap keselamatan pasien sebagai prioritas utama dalam praktik profesional mereka nantinya," ujar Dr. Tri Lestari. | |
| Dalam pemaparannya, Ns. Ria Anugrahwati menjelaskan bahwa pencegahan jatuh harus dimulai dari asesmen risiko yang akurat menggunakan instrumen seperti Skala Morse (dewasa) atau Humpty Dumpty (anak). Strategi pencegahan mencakup pemasangan penanda risiko tinggi (pita kuning), edukasi keluarga, serta monitoring berkala, terutama pasca operasi. "Jatuh bukan sekadar kecelakaan; dampaknya mencakup cedera fisik hingga beban finansial tambahan bagi pasien," tegasnya. Melengkapi aspek keselamatan, M. Ruslan Nuryanto | |
| memaparkan pentingnya mobni (early mobilization) untuk mencegah Immobility Syndrome. Ia menekankan bahwa latihan gerak yang terukur—mulai dari latihan pernapasan hingga penguatan otot—harus dilakukan dalam 24 jam pertama jika kondisi hemodinamik pasien stabil. Hal ini terbukti efektif menurunkan risiko komplikasi sistemik seperti atrofi otot dan luka tekan (dekubitus). Webinar ini merinci langkah-langkah teknis manajemen risiko, termasuk penggunaan fasilitas khusus dan prosedur pemantauan terus-menerus oleh tim asuhan pasien. Peserta diajarkan untuk menentukan dosis latihan menggunakan prinsip FITT-R (Frequency, Intensity, Time, Type, Repetition) guna memastikan setiap gerakan rehabilitasi berjalan aman dan efektif bagi pemulihan pasien. Kegiatan ini merupakan bagian dari misi Institut Kesehatan Hermina dalam mencetak tenaga kesehatan profesional yang adaptif terhadap standar keselamatan pasien modern. Melalui kolaborasi lintas disiplin antara keperawatan dan fisioterapi, institusi ini terus mendorong inovasi dalam pelayanan kesehatan yang berorientasi pada hasil klinis terbaik. Institut Kesehatan Hermina adalah institusi pendidikan tinggi yang berdedikasi menghasilkan lulusan unggul di bidang kesehatan melalui kurikulum berbasis kompetensi dan integrasi dengan pelayanan kesehatan profesional. | |

